Puisi Terbaik 2020 ( Untuk Sebuah Nama)
~~Untuk sebuah nama~~
Hai kamu,
Iya kamu,
Yang selalu hadir dalam mimpiku
Yang selalu ada tiap bait puisiku
Malam ini, aku ingin kita bersama
Dibawah lagit malam dengan menikmati suasana
Bukan, maksudku bukan disini
Tapi aku disini kamu disana
Seperti biasa
Kita saling berjauhan
Saling sebut nama
Ya meski yang kamu sebut bukan namaku,
Tapi namanya.
Tidak apa-apa
Aku menikmati cinta dalam diamku
Aku nikmati rindu bernafas pilu
Dan tentu saja itu telah menjadi kebiasaanku
Tiap hariku, bahkan tiap waktuku
Aku bukan tidak punya nyali
Atau, aku tidak punya berani
Tapi aku, punya malu
Dan aku sadar, siapa diriku
Kau ingat?
Suatu masa dimasa silam
Kau pernah berkata,
Didepanku, bahwa cintamu adalah dirinya
Dan tentu saja aku tersenyum lalu berkata: ya semoga saja
Jika kau tanya sakitkah,
Oh tentu saja.
Rasanya seperti besi panas menusuk tulang,
Atau, terlempar jauh lalu terhempas dihamparan batu karang
Itu sangat sakit, sungguh sakit
Tapi aku paksakan bibirku
untuk tersenyum
Aku pernah berkorban untukmu
Membiarkan segala perih yang menyelimuti tubuhku
Berharap mendapatkan hatimu
Juga senyummu
Tapi, memang benar, cinta tidak bisa dipaksakan
Dan aku kalah oleh dirinya yang membawa sebatang cokelat juga wajah tampan
Ah, rasanya waktu itu aku terasa seperti disambar geledek
Kaget, sakit, dan kecewa juga ada
Dan tentu saja itu tidak mengenakkan
Untuk kamu,
Kau tau
Aku sangat mencintaimu
Juga menyayangimu
Tapi, kita terhalang dinding penyekat
Kita adalah sahabat.
Kumpulan Puisi Puisi Terbaru 2020
Hai kamu,
Iya kamu,
Yang selalu hadir dalam mimpiku
Yang selalu ada tiap bait puisiku
Malam ini, aku ingin kita bersama
Dibawah lagit malam dengan menikmati suasana
Bukan, maksudku bukan disini
Tapi aku disini kamu disana
Seperti biasa
Kita saling berjauhan
Saling sebut nama
Ya meski yang kamu sebut bukan namaku,
Tapi namanya.
Tidak apa-apa
Aku menikmati cinta dalam diamku
Aku nikmati rindu bernafas pilu
Dan tentu saja itu telah menjadi kebiasaanku
Tiap hariku, bahkan tiap waktuku
Aku bukan tidak punya nyali
Atau, aku tidak punya berani
Tapi aku, punya malu
Dan aku sadar, siapa diriku
Kau ingat?
Suatu masa dimasa silam
Kau pernah berkata,
Didepanku, bahwa cintamu adalah dirinya
Dan tentu saja aku tersenyum lalu berkata: ya semoga saja
Jika kau tanya sakitkah,
Oh tentu saja.
Rasanya seperti besi panas menusuk tulang,
Atau, terlempar jauh lalu terhempas dihamparan batu karang
Itu sangat sakit, sungguh sakit
Tapi aku paksakan bibirku
untuk tersenyum
Aku pernah berkorban untukmu
Membiarkan segala perih yang menyelimuti tubuhku
Berharap mendapatkan hatimu
Juga senyummu
Tapi, memang benar, cinta tidak bisa dipaksakan
Dan aku kalah oleh dirinya yang membawa sebatang cokelat juga wajah tampan
Ah, rasanya waktu itu aku terasa seperti disambar geledek
Kaget, sakit, dan kecewa juga ada
Dan tentu saja itu tidak mengenakkan
Untuk kamu,
Kau tau
Aku sangat mencintaimu
Juga menyayangimu
Tapi, kita terhalang dinding penyekat
Kita adalah sahabat.
Kumpulan Puisi Puisi Terbaru 2020
